Anak Daerah dan Peluang Ekonomi Digital
Dulu, peluang besar seolah hanya milik mereka yang tinggal di ibu kota. Anak daerah yang ingin berkarier di dunia digital harus merantau, meninggalkan keluarga dan kampung halaman.
Hari ini gambarannya berubah. Dengan koneksi internet dan laptop sederhana, desainer dari Minahasa bisa bekerja untuk klien di Jakarta, penjual kerajinan dari Tomohon bisa mengirim barang ke seluruh Indonesia, dan penulis muda bisa dibaca ribuan orang tanpa menunggu dimuat media besar.
Kuncinya ada di kemauan belajar dan konsistensi. Ekonomi digital tidak menuntut modal besar di awal, ia menuntut keterampilan yang terus diasah dan keberanian memulai dari kecil. Cerita seperti inilah yang akan terus kami angkat di rubrik Teknologi WartaKita.